Oh hai.. Mari belajar...
Belajar tanganmu menggenggam tanganku, belajar mengerti apa yang ada diotakku, belajar menikmati bagaimana menjadi aku..
Kamu akan terkejut mengetaui tentang aku.
Kamu akan begitu menyukainya :)

Jumat, 10 Desember 2010

“ Rasa Kehilangan”




Tak perlu aku memiliki untuk mengetahui sakitnya kehilangan itu. Hanya butuh sedikit rasa empati, perasaan kehilangan itu akan selalu muncul. Lihat kucing tetangga mati, kamu kehilangan. Lihat pensil temanmu hilang pun kamu merasa kehilangan. 

Lalu bagian mana yang istimewa dari kata kehilangan? Aku tidak tahu tentang kehilangan itu. Ya aku merasakannya, tetapi aku tidak dapat menjabarkannya.

Aku tidak begitu mengerti tentang rasa itu. Bagiku, kehilangan berarti hilang! Kehilangan adalah mempunyai sesuatu lalu kemudian tidak memilikinya. 

Lalu bagaimana dengan keadaan kamu tidak memilikinya namun tetap merasa kehilangan? Misalkan saja mobil temanmu hilang, kamu juga merasa sakitnya. Kenapa? Tebengan tidak ada, harus keluar uang untuk transportasi? Atau merasa sakit melihat temanmu menangis?

Lalu bagaimana jika keadaannya temanmu kehilangan pacarnya dan kamu ikut merasa kehilangan? Adakah pacar temanmu itu juga sama berartinya?!

Aku sudah bilang aku tidak mengerti soal kehilangan. Katakan saja aku memang orang yang punya rasa empati yang tinggi. Katakan saja aku punya bakat untuk merasakan sakit akan kehilangan yang orang lain rasakan.

Jadi apa masalahnya? Tidak ada kalau yang menghilang itu sesuatu yang tidak begitu penting. Tidak jadi masalah kalau yang hilang itu tidak akan mengubah hidup saat kejadian itu terjadi.

Lalu bagaimana kalau kehilangan itu mampu mengubah hidupmu? Bagaimana kalau kehilangan itu menjadikan sakit yang luar biasa di hati?

Aku tidak dapat menjawab. 
Aku tidak punya jawaban yang tepat. Bukan karena aku tidak pernah merasakannya. Sudah kukatakan aku merasakannya, tetapi memang aku tidak dapat menjelaskannya. 

Bagaimana kalau aku mengandaikannya seperti kamu kehilangan sebagian nyawamu saat kehilangan itu terjadi? Pasti mustahil. Kenapa? Karena, pernahkah setengah nyawamu melayang? Nyawa tidak dapat dibagi-bagi. 

Kalau aku katakan rasanya seperti dunia runtuh, apa kamu pernah merasakan kejadian dimana dunia runtuh? Itu kiamat namanya. 

Jadi bagaimana aku menjelaskan kehilangan itu? Bagaimana aku membagikan perasaan kehilangan itu dengan kalimat yang tepat? Tidak ada. Bukan aku tidak mau. Tetapi memang tidak mudah menjelaskannya.
Lalu untuk apa aku menceritakan cerita kehilangan ini? Tidak ada maksud apapun. Aku hanya berpikir semua orang pasti pernah merasakan kehilangan, tetapi tidak ada kalimat yang tepat dan konkrit untuk menjelaskan bagaimana rasa kehilangan itu.

Sudah, tidak perlu mendebatkan apapun padaku. Kalau memang kamu merasakan kehilangan itu seperti dunia runtuh, kamu pasti sudah punya batasan apa yang dimaksud dengan runtuhnya dunia(mu) itu.

Jadi untuk apa duduk bersama dan berusaha menemukan kalimat yang pas untuk menggambarkan rasa kehilangan itu?

Aku tidak dapat menjawabnya, kamu juga tidak perlu menjelaskannya. Haha.



 Bintaro, 4 desember 2010
keisengan tulisan ini terinspirasi dari lagu Letto -  memiliki kehilangan

Sabtu, 23 Oktober 2010

Mengenai Dia dan Saya... Hahaha

Hai, teman-teman semua! apa kabar? lama tidak berjumpa..xixixi

Kamu tau,akhir-akhir ini aku menghabiskan cappucino instant tak peduli merek, yang ku shake di botol Pristine (nama merek air mineral dari salah satu unit bisnis Sinar Mas yang khalayak sasarannya adalah orang Jepang *skalian promosi* xixixi)...

Mata tuh udah berat banget... Rasanya mau tidur tiap jarum jam menunjuk ke angka 10am ampe 12 pm lalu dilanjutkan lagi 1pm - 5pm. Hahahaha..

Well yah, waktu berubah sangat cepat...
Gw disini, tidak lagi menikmati hari-hari gw.
Semua berjalan layaknya suatu kegiatan yang sudah di setting tanpa perubahan. 
Pagi kerja, sore di jalan, malam tidur.
Gw hanya bisa berharap pagi ini bangun cepat dan jalanan tidak macet, lalu seharian berharap segera malam, keluar kantor dan berandai semua kendaraan didepanku yang merayap perlahan lenyap begitu saja.
lalu mengulang itu setiap harinya :(

Aku tidak merasakan lagi perasaan deg-degan menunggu esok hari karna kupikir semua akan sama saja :(
Bukannya aku tidak bersyukur...hanya saja aku belum sanggup beradaptasi..

Inilah sekelumit tentang hari-hari kerja ku ^^v

Tetapi tenang saja, kali ini aku tidak akan menceritakan bagaimana aku terjebak dijalan dengan high heels,rok dan blazer yg puanesnya minta ampun..xixixi..

Aku mau bercerita tentang perasaanku terhadap seseorang...
Woow, tumben-tumbennya aku secara lugas mengatakannya ^^

Tenang, tidak ada yang spesial dari ini semua.. 

Hanya saja aku telah melakukan kesalahan yang sama, yang pernah kulakukan 3 tahun lalu. 
Dimana aku mempercayai perasaan seseorang dan dia secara lembut menyatakan bahwa rasa itu hilang.

Kaget? Tidak juga, dia pernah melakukannya dan sekali lagi melakukannya. Mungkin aku melebihi keledai yang katanya tidak akan jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya -,-!
Sedih? Tentu saja. Siapa yang tidak sedih menghadapi kenyataan perasaan yang udah lo investasikan ke dia dikembalikan begitu saja..xixixi..bahasa gw keren juga yah ;p

Tetapi entah mengapa Tuhan telah mempersiapkan hatiku jauh-jauh hari. 
Aku tidak menangis atau jatuh. 
Aku bersedih dan kemudian menertawai kebodohanku. 
Ini saja cukup, batinku.

Jadi, apa yang bisa kita pelajari disini?

Banyak hal sebenarnya...

- Pertama dan yang paling penting, percayalah Tuhan sebenarnya sudah mempersiapkan hatimu untuk menerima kejadian apapun. 
Tuhan sudah membersihkan jalanmu jauh sebelum kamu lahir, tinggal hak mu untuk memilih jalan itu. Dia tetap disampingmu dan akan mengangkat sakit itu kalau kamu meminta.

- Kedua, cinta itu bisa berubah. 
Perasaan tidak ada yang abadi. Tinggal dilihat saja arahnya kemana... Apa akan bertambah atau malah berkurang. Itu saja, mudah bukan?! Kamu tinggal mengarahkan rasa itu dan membuat pasanganmu melakukannya juga... Keberhasilan tergantung dari anda-anda sekalian..Hahahaa

- Ketiga dan terakhir, kalau segala sesuatu tidak sesuai dengan inginmu walau telah kamu perjuangkan, hal terbaik yang bisa kamu lakukan adalah membiarkan semua berlalu dengan sendirinya, tidak perlu lagi diperjuangkan, dipaksakan atau disesali. 
Cintai dirimu sendiri. Lepaskan dan fokuslah ke masa depan. Hak mu untuk mendapat yang terbaik. Terkadang memang yang kita inginkan tidak sesuai dengan yang kita butuhkan. Jadi, mengapa harus menyiksa diri?!

Ini saja pelajaran yang bisa kudapatkan. Sebenarnya sih masih buanyak lagi, tapi males nulisnya T.T dari seminggu lalu kerjaan gw nuliiiis mulu... Agak kram neh jari-jari.. Kapan-kapan saja yah :)

Okay, saya hanya mau bilang dengan percaya diri padanya : "hei kamu, kamu itu..umm kamuuu itu..ummm kamuu....saya tetap suka kamu.."
Huahahahhahahahahaha....B-) B-) B-)
*Benar ya keledai ga akan jatuh kedua kalinya ditempat yang sama??? ;p*


Bintaro,
Astrid Meliza

Rabu, 13 Oktober 2010

Bosan berbuah cerita positif&negatif "Alay"

Bosan.... kata yang paling menjengkelkan sebenarnya..
Menunjukkan bahwa seseorang tidak punya kegiatan yang menarik hati :( 
saking ga menariknya, aku aja bingung mau nulis apa diblogku ini ^o^

Beberapa teman ku sms, menyatakan kebosananku. Asli cuman satu yang membalas, itupun dengan kalimat: "aku banyak kerjaan nih. mau bantu?!" puiiiiiiiiiiiiiiiiiiih.....

"kemanaaa teman-teman sayaaa" teriakku lirih..xixixi...

Hmmm,beberapa hari lagi, bisa jadi akan menjadi perubahan dalam hidupku
Dimana mungkin aku akan mengatakan :"duh, i need much time neh..." atau berteriak dalam hati : "Tuhan sayaaang, kapaan aku istirahat..sibuknyooo akuuu..oh myday..." xixixi...
(kalian ga perlu cemas, Tuhan sudah biasa menangani aku yang banyak maunya ini..hohoho...)

Okay, apa yang kita bicarakan hari ini?
Hmm, bercerita sambil minum cappucino kayaknya asiiik neh..nyummy.. Ada yang mau traktir? xixixi

Kayaknya beberapa hari ini aku menulis sesuatu yang ga bisa jadi pelajaran atau paling ga yang  bisa bermanfaat untuk pembaca yak?!
hmmmm, okay mari kita lakukan pada tulisan ini...
Apa yaaa *otak bekerja*
Ah haaa, mari kita membahas soal komunitas "Alay"
Mengapa aku mengatakan komunitas? karena gemanapun sudah terbentuk suatu kelompok didalamnya yang menganut falsafah ke-alay-an dan singkatnya sih untuk menghargai mereka ^o^v
Okay, barusan aku search di mbah gugel dengan keywords "arti alay"
Maka muncullah sekitar 124.000 hasil (dalam waktu 0.04 detik).
-Bayangkan kalau aku mengetik keyword  : "Alay"..berapa juta hasil yang akan muncul dalam sepersekian detik..ckckckck..-

Wooow, itu berarti kata "alay" ini sangat terkenal...
 Beberapa sudah menulis di blognya tentang alay..
 Ada yang negatif, ada yang positif (dikit banget..hehe)...
 Lalu, saat saya benar-benar pengen tau arti alay itu..sampailah saya pada sebuah link kaskus...

Ke TKP gan... ^^v.  sumber. kaskus(16.05pm)

ke sumber langsung ^^v(16.15pm)

Dari mana siiih, berasal kalimat alay?
Ga ada yang tau pasti..ckckck...

Disini gw ga akan membahas soal ciri-ciri komunitas alay, senior blog dan kaskus gw udah lebih dulu melakukannya ^^v
Saat ini kita harus mengerucutkan bahasan, mari coba kita bahas tulisan-tulisan komunitas alay ini...

Huaaaaaaaa, sumpah yah, gw tuh susaaaah banget nulis alay...Angkat tangan yang juga merasakan hal yang samaaaa..
Udah dicoba untuk komen status temen-temen biar lucu, tapi yang ada aku dihadapkan oleh puluhan huruf dan otakku ga mampu untuk merangkainya.
Gw mau sih ngasih contohnya diblog ini, tapi benar-benar ga nemu kalimat yang pas.
Yang aku tau, hanya kata-kata seperti:
- sms = xmx
- kamu: camud, x'muh..
 Aduuuh, itu-itulaaah *nulis itu aja butuh 15menit :(* ...
Kalo belum paham juga, larilah ke link yang sudah saya kasih tau..hehehe

Intinya, jujur aja. Aku melihatnya dari segi positif dan negatif.
Mari bahas satu persatu. Ingat, Saya tekankan lagi. Di sini saya hanya membahas soal tulisannya komunitas ini. Bukan tingkah laku, gaya berpakaian, cara foto, yang jujur saja tidak merugikan saya... Hehehehe
Positifnya:
Buatku, hebaaaat banget anak-anak ini. 
Bayangin, aku yang sudah duluan lebih lahir (hoo, apa hubungannya :D) tidak bisa sekreatif itu.

Kenapa aku bilang kreatif? Karena mereka bisa buat tulisan baru (eits, jangan protes..ini opini saya *biggrin*)
Tidak mudah membuat bahasa baru, yang jujur aja susahnya minta ampun untuk dibaca dan dimengerti.

Satu lagi, kita ga bisa mengingkarinya, komunitas alay dengan cepat berkembang di Indonesia ini :)
Ini menunjukkan pengaruh mereka tidak bisa dipandang sebelah mata.

Sebagai PR (cieeciee), aku pengen tahu bagaimana sebuah komunitas yang tidak dikendalikan oleh pihak tertentu dapat dengan mudah menjangkiti anak-anak muda.

Ini bisa jadi masukan yang bagus untuk mempelajari menciptakan komunitas yang hebat dan berpengaruh dalam pembentukan sebuah image (apa seh ngemeng gw ini!! -,-!)



Nah, bagaimana dengan negatifnya?
Membuat orang yang bukan tergabung dalam komunitasnya, seketika jadi buta huruf dan bisa buat salah pengertian. 
Seperti yang guru-guru SD,SMP dan SMU kita ajarkan (kalo pembaca adalah mahasiswa fisip, khususnya komunikasi, saya akan tambahkan seperti yang dikatakan dosen kita ^^v), sebuah kalimat dapat sampai dengan pengertian yang berbeda-beda pada tiap individu/penerima pesan.

Nah, tugas kitalah menjadikan kalimat itu menjadi kalimat yang sesederhana mungkin, yang dapat dipahami dengan sekali baca, agar pesan yang ingin disampaikan dapat dengan mudah diterima oleh si penerima, blablablabla (Maap, terkontaminasi teori dan konsep komunikasi..xixixi).

Dengan adanya tulisan alay yang menggunakan huruf gede kecil, itu sudah menyalahi tatanan bahasa indonesia.

Meminjam kalimat seorang teman, "memperkosa bahasa indonesia" telah komunitas ini lakukan saat mereka mengganti kata "kamu" menjadi "xmu" atau "kamudz" atau "amuuuhz", etc.

Apakah ini salah? Jelas ini menyalahi aturan yang ada.
Karena komunikasi verbal menuntut kita menyampaikan pesan dengan menggunakan kata-kata yang sudah disahkan oleh masyarakat dan lazim digunakan.

Namun kalau kita mengatakan, apakah komunitas alay ini salah? Kita tidak bisa men-judge-nya begitu.
Kenapa? karena itu adalah bahasa sehari-hari yang mereka gunakan dan hak mereka menciptakan simbol-simbol, selama itu tidak mengotori UU dan Ideologi Negara kita (Napa bahasa gw sok berat gini yeee...xixi).

Yang kemudian menjadi persoalan adalah komunitas ini menggunakan bahasa -katakanlah bahasa gaul mereka- pada orang-orang diluar komunitas. Sehingga membuat saya, dan sebagian orang, merasa bingung setengah mati saat mengartikan tulisan mereka.
Ini menunjukkan bahwa kalimat yang ditulis oleh komunitas alay tidak dapat dipukul rata pada setiap orang.

Sampailah kita pada ciri khas blog ini. Ada masalah, ada penerawangan, ada kritik, lalu kemudian sampai pada saran, dan nantinya akan ditutup pada kesimpulan dan kata bjaksana saya. xixixi.

Sarannya :

Jadi, saya sarankan pada komunitas ini, kalau mereka mau menulis, coba liat siapa penerimanya.
Kalau si penerima pesan adalah sesama komunitas, mereka bisa berkreasi dengan sesukanya.
Nah kalau  si objek penerima pesan adalah orang-orang seperti saya (yang sudah kelewatan umur untuk menulis begituan dan ga mau ribet) cobalah untuk menulis biasa saja.
Agar pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik dan tidak terjadi kesalahpahaman.

Ingat sebuah kesalahpahaman bisa menyebabkan perpecahan. Hohohoho..

Kalau misalnya cara penulisan sudah mendarahdaging gemana dunk?
Hmm, baiklah tulis dengan menggunakan tulisan dasar komunitas ini.

Jangan yang ribet-ribet atau bahasa kerennya ilmu tingkat tinggi, seperti kata "kamu" yang sudah dimodifikasi jadi "muhz"... Untuk saya, kata itu sudah masuk dalam kata senior di komunitas ini.
Pergunakan aja kata "kamu" itu jadi "Kamudz". Ini digunakan oleh komunitas alay yang masih belajar kayaknya *biggrin*

Kesimpulan

Sampailah kita pada kesimpulan dari tulisan ini. blablablabla *kayak diskripsi2 itu noh..xixii*

Mari kita menghormati komunitas yang sedang berkembang menuju masa dewasa ini dan baiklah komunitas ini menghargai kita yang sudah terlalu tua untuk menganalisis kata perkata tulisan alay.
Sehingga tidak ada kesalahpahaman dikemudian hari dan tidak ada lagi saling hina :)

Kata bijak dari kakak astrid meliza.. Hohoho gw suka bagian ini..xixixi

Teman-teman tersayang, belajarlah melihat dan menilai sesuatu dari sisi positif dan negatifnya, maka kamu akan mendapatkan perspektif yang berbeda dan seimbang....
Try this at your home *biggrin*


Bintaro, 12 dan 13 Oktober 2010
Diselesaikan pada pukul 17.05pm

Astrid Meliza

Minggu, 10 Oktober 2010

puisi egois

Aku cemburu pada oksigen yang kamu hirup
Cemburu pada angin yang membelai kulitmu lembut
Pada udara yang kamu dekap

Aku iri pada matahari yang buatmu senang
Iri pada bulan yang kau pandang
Pada bintang yang kau perhatikan

Aku benci pada rasa rindu ini
Benci pada kenyataan sendiri
Pada fakta bahwa tanpamu aku sepi

Biarkan, sekali saja, aku menari diotakmu
Sekali saja, aku dengan kamu
Aku jadi bagian dari dirimu

Aku mau menjadi peran utama dimimpimu
Mau jadi perempuan dikhayalmu, hanya aku
Jadi teman untuk hatimu

Aku egois untuk kamu
Egois untuk memiliki kamu
Untuk cinta itu tidak mau ada yang lain selain aku



Bintaro, 10-10-10
11.45 pm

Astrid Meliza

Selasa, 05 Oktober 2010

Bagiku, seperti inilah "rumah" yang dikatakan Mr. Buble

Baru saja mendengar lagunya michael buble yang judulnya home sambil menyesap capucino instant di pagi hari...


".... may be surrounded by a million people, I still feel all alone,  just wanna go home I miss you, you know....."

Musik yang beraliran country ini membuatku tersenyum (well, sori kalo bukan. Sejujurnya saya bukan penikmat musik country :D)...
Membayangkan waktu yang terlupa sejenak karena keegoisan untuk bertumbuh....

Jadi teringat masa lalu saat aku punya "rumah" untuk ku datangin.
Ga masalah khan yah mengingat dan mengenang masa lalu?
Aku akan memulainya sebelum ada protes kanan kiri. hahaha.

Dulu saat masih punya pasangan (dulu yang lamaaa sekali), aku suka mengatakan padanya "aku mau pulang..."
Dan dia akan kebingungan, sangat polos. Aku suka nada bicaranya saat seperti itu, perpaduan antara kekawatiran dan sikap dinginnya :"pulang kemana? bukannya kamu sudah dirumah?!"
Dengan suara tidak sabar aku mengatakan :"aaaah, hunny, maksudku, aku pengen pulang ke rumahku. Rumahnya jangan diartikan dengan pengertian yang sebenarnya. Rumahku itu kamu."
Kemudian apa yang kudapat? dia akan tertawa dan berkata :"pulanglah sayang, rumah ini menunggumu."

Dulu, aku suka sekali "rumah" itu. Aku akan pulang ke "rumah" itu tiap aku senang, aku sedih, aku bosan, aku bahagia, aku sakit, maupun saat aku pengen mendapat ketenangan.
"Rumah" itu selalu bisa kuandalkan. dan seperti kata Mr. Buble "Let me go home, I miss you , you know...."

Aku suka sekali berkeliaran (bukan dalam arti kata sebenarnya :D). Aku suka menjauh dari si "rumah", jiwa mudaku dulu tentang cinta yang sedikit labil membuat aku tidak suka berlama-lama bersamanya, tetapi sejauh apapun aku melangkah, dia dan aku tau, aku akan kembali ke "rumah" itu.

Dan benar kata si Buble, :"I'm lucky I know, but I wanna go home, I got to go home"...
Selama apapun aku berlari kesana kemari, merajut semuaaa impian yang aku mau, menjadikan semua inginku jadi kenyataan, selalu ada waktu dimana aku kembali dan aku tau dia akan siap untukku, membiarkan aku nyaman di "rumah" itu.

"Rumah" itu bukan sekedar tempat aku membuang keluh kesah.
Dia tempat aku bertengkar, beradu pendapat, mencari dukungan, bahkan sebagai tempat gosip dan curhat. Aku tahu "rumah" itu bisa kuandalkan.
Setelah lelah mencari apa yang aku mau dan meraih apa yang pantas untuk ku dapatkan. aku akan mengadu padanya,  berteriak manja dan mulai merentetkan kisah-kisah yang aku alami...
Dia? dia akan mendengar dengan penuh perhatian, sesekali bersuara karena aku berkata :"hunny, kamu dengar ga?!", lalu kemudian akan memberi saran yang ga penting sebenarnya, tetapi bisa buat aku tenang.

Hahaha, aku suka sekali caranya mengalihkan rasa marahku dan mengumpulkan bahagiaku.
Aku suka kembali kesana saat aku merasakan sudah cukup.
Saat aku merasakan kebutuhan untuk bersamanya.
Seperti kata si Buble : "Let me go home, I've had my run, baby I'm done, I gotta go home"

Sekarang, si "rumah" sudah pergi entah berantah.xixixi. Jauh dan aku tidak pernah bertemu dia lagi. Mungkin dia sudah bertemu dan berbagi "rumah" dengan kekasihnya, aku bersyukur untuk itu ^^. Dia pantas mendapatkannya....
Aku disini, kadang kangen "rumah" itu, apalagi saat mendengar lagunya si Mr. Buble ini sambil meminum kopi instant yang mau digimanain rasa tetap sama.
Kangen juga mendengar kalimat : "pulanglah sayang, rumah ini menunggumu"....

Senin, 04 Oktober 2010

Balasan wallpost Meg Cabot (saya jadi kampuang hari ini. Hohoho)



Hari ini hari keberuntungan buat saya....

Well, aku jadi fans alay sekarang, yang terlonjak-lonjak senang saat idolanya membalas wall yang kita kirim....

klik disini, kamu akan tau apa wallpost saya:

http://www.facebook.com/megcabot?v=wall&story_fbid=446632424694&po=1&ref=notif&notif_t=feed_comment

(maap kenyamanan anda terganggu dan saya hanya buat repot, saya ga bisa membuatnya jadi bentuk gambar. karena tidak ngerti save laman facebook dan tidak ada photoshop di lepti ini. hohoho)


well, kata temenku, bisa saja pihak manajemennya yang balas. Aku ga peduli siapa yang balas, yang aku peduli adalah dia membalas. hehehe. thats make me happy :)

Aku ngirim wallpost ini benar-benar tanpa harapan dia (si idola, meg cabot) membalasnya. Soalnya aku liat-liat orang-orang yang nulis di wallnya ga dicomment dia.
Jadi, aku menulis dengan hati yang sangaat tulus tanpa meminta balasan.


Dan anda liat saya ngewallnya irit kata-kata? jelas saja -,-! takut berkata banyak dan salah arti :D
Pengennya sih nulis panjang lebar kayak miss miss yang ngewall dia.
Pengen bilang karena dia aku jadi suka menulis...
Pengen bilang aku sukaaa semua bukunya...
Pengen bilang semuaaa novel yang dia tulis saya beli dan saya koleksi...
Pengen bilang napa beberapa judul dengan bahasa bule ga dijual diindonesia, hanya sebagian saja?


Tapiiii, tapii dan tapiii saya takut salah grammar.  Takut jadi salah pengertian, takut jadi bahasa yang aneh.
Jadi saya tulis saja secara singkat yang menggambarkan keinginan saya, yakni "come to Indonesia".. ^^v
Biar apa? biar saya bisa minta tanda tangan! biar saya bisa nyulik teman saya yang casciscus bahasa bule dan mentranslatenya langsung saat kami bercakap-cakap dengan meg cabot. hahahaa


Okay, jadi begini rasanya dibaikin ama idola. aku baru ngerasain pertama kali dan aku sangat suka.

Kata temenku: "hihihi, segitunyaaa mbak". kataku :"saya fans nomer satunya :)"

Sedikit cerita tentang meg cabot.

Meg Cabot. Sumber: http://www.booktrustchildrensbooks.org.uk/show/feature/Features%20Interviews/Meg-Cabot-Interview

Dia ini penulis buku terkenal "the princess diaries" yang sudah difilmkan dengan judul yang sama.
Orang-orang dekatku tahu kalau aku sangat menyukainya.
Aku mengoleksi hampir semua bukunya yang dijual di Indonesia. Sayangnya tidak semua tulisannya di jual di Indonesia tercinta ini :(
Dan jujur saja, aku ingin menulis karena dia.
Aku suka cara dia menulis, menggunakan kata-kata dan menjadikan cerita biasa jadi luar biasa.
Cara dia mempermainkan bahasa dan membentuk image pelaku utamanya.
Kebanyakan Tokoh utama ceweknya itu bersifat sanguin dan selalu memikirkan hal-hal yang semestinya tidak perlu dipikirkan, persis seperti saya. Hahahahaa.
Suatu saat, saya mau ketemu dia.
Papiii..mamiii, sponsorin dunk..hikshiks

hidup si astrid meliza


ini tentang aku... Hei, hei tunggu duluuuuu, jangan tutup lamannya duluuuu...
okay, ini mungkin akan jadi cerita narsis bin memualkan..tetapi siapa tahu anda akan suka membacanya (berdoa agar kamu menyukainya dan melanjutkan membaca..xixixi)....

Astrid Meliza


lahir dijakarta dengan tanggal yang tidak akan berubah seumur hidup :). 

nama Astrid dikasih bokap karena terinsiparasi dengan nama seorang astronot atau ilmuwan, yang gw lupa nama panjangnya siapa dan nama seorang profesor ahli komunikasi sosiologi yang bernama Prof Astrid Susanto Phd. Soal inspiras terakhir ga heran sih, si bokap suka dunia politik dan sosial..Yang heran yah dari mana dia tau ada astronot bernama astrid..xixixi..

Meliza dikasih sama uda (sebutan dari suku batak untuk adek cowok bokap. red). Udaku pendeta dan dia ngasih nama Meliza dari alkitab, yang kalau di alkitab tulisannya Melisa (ga tau ini benar apa ga. Soalnya kadang dia bilang karna dia suka aja nama Meliza..hehehe). 

soal pengalaman pindah-pindah daerah mengikuti orang tua, aku jagonya. 
Entah sudah berapa sekolah yang aku nikmati dan ribuan teman baru tiap tahunnya, membuat aku lebih mudah bergaul dan beradaptasi dengan lingkungan baru. ini kelebihannya. Kekurangannya? well, aku gak punya teman akrab a.k.a sahabat dari SD. Aku juga ga punya banyak kenangan manis bersama teman-teman. Di belakang raport SD dan SMPku, penuh dengan tulisan "pindahan dari sekolah bla. alasan Ikut orang tua". 

SD ku nikmati di 3 kota. Pertama Manatuto (kawasan Timor Leste. 3 atau 4 jam dari Dili, ibukota Timor-timur dulu). Kedua Jogjakarta (aku jatuh cinta pada kota ini), ketiga Ambeno (Timor Leste lagi). Lalu Smp, aku sempat menikmati pantainya Ambeno, namun karna Timor pisah dengan Indonesia, aku pindah ke Atambua (terletak di Propinsi NTT). Disana aku hanya 1 semester. lalu pindah ke Medan. 

Baru saat SMU aku menamatkannya di satu sekolah (Thanx Lord). Persisnya di kota Balige, Sumatera Utara. Sempat sih aku mau di pindahin ke Medan, tapi aku kekeuh gak mau kemana-mana. Aku pengen ngerasain sekolah di satu tempat saja dan permohonan ini butuh waktu panjang dan adu argumen yang lama dengan orang tuaku. 

Saat kuliah, Nyokap pengennya aku di medan, biar dekat dengan mereka katanya. Wajar saja. Dua kakakku dari kecil tidak tumbuh didepan orang tuaku dan pasti ayah ibu tercinta ini pengen menikmati bagaimana melihat anak gadisnya tumbuh didekat mereka. Tapi aku menolak keinginan itu. Aku pengen mandiri, kataku. Aku pengen dikasih kesempatan yang sama seperti kakak-kakakku, yakni menjalani hidup sendiri. Bokap lebih hebat, dia mengiming-ngimingiku dengan berbagai fasilitas dan tunjangan. Aku ga gentar. Aku tetap pada pendirianku. Aku mau Kuliah di Jogja.

Beuuuuh, perjuangannya berat cint. Sama beratnya dengan pemilihan presiden. 
Lobi sana sini kulakukan. Mengarahkan massa pun ku gunakan. 
Aku minta kakak-kakakku dan adek semata wayangku untuk melembutkan hati orang tuaku, sampai kugunakan teman-teman ortuku.

Kemudian karena kalah suara, mereka mau tidak mau mengijinkanku keluar dari medan. Aku masih ingat bagaimana mami menangis dan memelukku erat. memberi pesan "hormati kakakmu, Dekat dengan Tuhan. Baik-baik disana. Jangan malas dan jangan ikuti pergaulan yang jahat. Belajar hemat. Sudah tidak ada mami yang menjagamu. Selalu berserah pada Tuhan".

Aku ingat bagaimana papiku memalingkan wajah. Berusaha tegar dan tidak mengeluarkan air mata. Aku tau dia hampir menangis. Hehe. Wajar saja, kami memang dekat. Kami sering berbagi waktu luang berdua dan aku sering sekali mengesalkan dia dengan sikap keras kepalaku. Papi memegang kepalaku dan berkata "Baik-baik inang. Tuhan memberkatimu."

Sekilas terbesit dikepalaku untuk membatakan perjalanan ini. Ternyata sakit banget berpisah dengan orang tua. Tetapi bayangan aku akan mandiri dan kemungkinan memiliki banyak pengalaman, membuatku tetap nekat. Inilah gaya anak masih muda yang berharap mendapatkan kemudahan tetapi belum tahu ganasnya dunia :D

Sampailah saya di Jogja. Seperti yang sempat saya katakan, Jogja adalah kota yang mampu buat saya jatuh cinta. duu waktu SD, saat masih bau kencur dan sangaaat polos, aku sudah mengatakan "suatu saat aku akan kembali ke kota ini!" dan beruntunglah aku, karena aku dapat memijakkan lagi ke kota ini. 


Jangan tanya kenapa aku cinta kota ini. well, setidaknya aku cinta tiga kota, mungkin kapan-kapan aku akan share dua kota lagi (eiiits, kenapa terdengar suara keluhan yaaa?!).
Aku suka suasana kota ini. aku sudah ramahnya kota ini. aku suka cara kota ini menyambutku.
well, terakhir kali aku datang, kota ini memang tidak seperti dulu lagi, tetapi aku masih sangat mencintainya :)


okay, singkat cerita, aku tiga tahun diJogja. Disinilah aku ditempa. Disinilah aku mengetahui bahwa tidak semua orang itu baik. Bahwa beberapa orang terkadang mengambil keuntungan dari rasa sedihmu, bahwa terkadang orang bisa jadi jahat saat kamu menganggap dia baik. 


Disinilah aku mengetahui bahwa memiliki Tuhan adalah mutlak. Bahwa berjalan sendiri tidak pernah baik. Bahwa mengandalkan diri sendiri itu nol besar. Bahwa elo harus keras pada dunia agar dunia lembut padamu. Banyak yang kupelajari disini dan aku makin mencintai jogja. :)

Suatu saat jika aku menikah, aku akan menghabiskan hari tuaku bersama si ayank suami dengan membuat rumah kecil dengan halaman luas untuk anjing-anjingku di jogja ini :)
Tidak peduli suamiku Josh Hartnett itu warga negara mana, yang pasti dia harus ikut istri dihari tua kami ..hahahahaha


Okay, setelah itu aku dipaksa orang tua dan saudara-saudaraku tercinta untuk tinggal di jakarta. OMG!!! Aku sangat kurang suka dengan Jakarta. Udaranya itu loh, tidak bersahabat banget, walo memang aku lahir disini. 

Semua kulakukan untuk tidak tinggal disini. Nyoba ke bandung, ortu ga setuju. huft...mau tidak mau, kali ini aku yang kalah. aku mengalah dan jujur aku kalah. hahaha.

aku kuliah lagi di depok, pesisirnya jakarta. hehe. benar-benar berbeda suasananya dengan jogja. akhirnya aku ngerasain enaknya kos (dijogja ngontrak bareng kakak) dan merasakan hidup mandirinya anak kos. 
kamarku paling belakang sebelah kiri itu ^^v

 Kudesain kamarku serba kuning dan menurut pengakuan beberapa teman kosku, kamarku seperti kamar satu keluarga. penuh barang. aku memang suka kamar yang penuh. ga suka ruangan kosong melompong.
kamar penuh warna :D

dinding korban kreasi..xixi

meja belajar tempatku meramu jawaban tugas dari dosen..hahaha


setelah lulus aku tidak ada keinginan sedikitpun merindukan depok. okay, aku kangen suasana kuliah dan rutinitasnya, tetapi tidak kotanya. entah mengapa...

dua tahun kuliah, dengan sekuat tenaga keluar dari kampus impian beberapa orang. sampailah saat dimana aku harus membersihkan barang-barang untuk ku bawa pulang ke rumahku di bintaro.


Dan sekarang, saat aku dihadapkan pada kenyataan hidup sebenarnya, aku harus memikirkan gemana akumenghidupi diriku dan membangun kehidupan baru tanpa mengenadahkan tangan pada ortu dan kakak-kakakku...tidak mudah, tetapi pasti tidak susah juga...riuan orang melakukannya dan ribuan orang berhasil. 


okay, kita lihat nanti, akan jadi apa si astrid meliza ditangan Tuhan :)
oaaaaaaaahhhh, aku senang dengaaaan hidup ini *kisskiss*







Rabu, 15 September 2010

Kasih, Maaf dan si Mantan Pacar

Well, apa kabar teman? 

Pesananlah kopi yang sesuai hatimu sekarang, jadi kita bisa memulai sesi curhatnya secepat mungkin :)
Beberapa hari ini aku merasa harus meminum ribuan espresso untuk menyamakan rasa dihatiku :( 
(dan sepertinya perutku sudah mulai menggembung karnanya..hahaha)...

Okay, topik apa kali ini?  aku memikirkannya beberapa hari sambil menegak kopi pahit itu...

Hmmm, jadi, mari kita bicarakan tentang hal mengampuni....

Pasti orang tua jaman dulu, sekeliling kita, guru-guru saat SD, SMP, SMU pasti sudah mengajarkan betapa pentingnya memaafkan dan dimaafkan. 
Kalian juga pasti sudah bosan dengan teori "memaafkan lebih baik"...bla bla bla..
Sudah terlalu ahli kita pada teori memaafkan dalam hubungan interaksi sesama manusia....

Nah, aku akan coba membahasnya, tetapi mari kita persempit dulu objek dari kata kerja maaf ini :)

Aku tidak akan membahas memaafkan antar ortu dan anak, well itu pembahasan yang tidak mudah karna tiap kejadian pasti punya alasan dan tingkatan permasalahan yang berbeda...

Aku juga tidak membahas saling memaafkan antar teman karna memaafkan teman tidak terlalu susah khan?

Aku juga tidak mau membahas maaf-memaafkan sesama umat manusia, itu pasti sudah kamu pelajari di bangku sekolah, and i'm not ur teacher :D:D
Nah, aku akan membahas saling memaafkan antar pasangan yang pernah saling mencintai, yang jabatannya sudah berubah jadi mantan :D:D

Mengapa aku membahas pada bidang pacaran lagiiii? 

Jawabnya adalah karna aku menyukai topik itu  dan aku mengalaminya...
( wajah cool sambil menyeruput espresso yang sudah tidak murni lagi karna telah dirusak oleh  ribuan sendok gula :D:D)

Pernah merasa tidak bisa melupakan mantan?
Karna masih cinta? Karna tidak bisa hidup tanpanya?

Jangan cepat puas dengan kesimpulan itu, kawaaan....

Bisa jadi sudah tidak cinta lagi yang ada dihatimu sekarang, tetapi perasaan kesal atau benci yang menggunung dan membuat kamu terus mengingatnya...
Ingat, benci dan cinta itu beda tipis.

Benci tidak harus disamakan dengan perasaan muak dan keinginan balas dendam.

Benci bisa juga terjadi karna rasa sedih, rasa tidak dihargai, atau bahkan rasa bahwa dia mudah saja melewati hari-hari tanpa kamu. 

Well, begitulah faktanya
*tertawa puas sambil meminum air putih, espresso tampaknya menyakitkan :D*

Kamu tidak akan bisa melupakan dia dan menata hidupmu kalau kamu tidak memaafkannya.

Tidak mungkin (udaaah, ga usal ngeyeeel...ikut saja kataku :D)

Dengan kamu tidak memaafkan seseorang, kamu akan mengingat kesalahannya melulu dan itu membuat kamu berpikir kenapa, mengapa dan ada apa...

Lalu, bagaimana kamu tahu kalau kamu ternyata tidak bisa melupakannya?

Terkadang kita diabsurkan (bahasa apa ini!!!) oleh perasaan semu bahwa kita sudah melupakan dia dan mencoba berdiri, padahal itu tidak benar. 

Kita hanya meninggalkan perasaan benci itu sejenak dan bukan menghilangkannya.

Bagaimana aku tau? cek ini...

Pernah merasa saat mengingat dia, hati kamu langsung berasa "nyuuut" a.k.a sakit? 
Saat ada yang membicarakan dia kamu langsung tutup telinga, mata dan mulut?  
Lebih parah lagi, baru nyium keberadaannya kamu langsung lari 1 km atau sembunyi di kolong meja biar ga ketemu dia?
Atau saat mengingatnya, ribuan makian bisa dikeluarkan?
dan bisa juga, saat mengingatnya ada perasaan sedih, malah terkadang ampe banjir air mata?

Kalau itu pernah atau sedang kamu alami, jawabannya adalah kamu beloum lulus lepas dari dia...

Selamat yeeee, silahkan ambil pialanya :D:D

*sebenarnya gw mau mengakhiri crita ini sampai sini aja, tapi kewajiban seorang penulis untuk menyelesaikan topik yang diangkatnya dengan kesimpulan, kritik dan saran..hahaha... Dan siapa mau membaca serita bersambung tentang rasa sakit dan susahnya melupakan mantan?!*

Okay, karna saya baruuu saja mempraktekkannya, saya akan membocorkan cara saya pada kamu, kalian atau siapapun yang baca :)

Berdoalah.

Aku tidak akan membahas secara detail bagaimana cara berdoa.. 
Jadi, berdoalah sesuai agama masing-masing. 
Bagaimana kalau kalian tidak punya agama? 
okay, pokoknya berdoalah pada siapapun atau apapun yang kalian sembah :) 
Mintalah agar Tuhan atau Sang Kuasa menghilangkan rasa benci dan menggantinya sebagai kasih. 
Kasih agak berbeda dengan cinta. 
Kasih itu apa adanya dan tulus tanpa embel2 meminta timbal balik :)


Minta maaflah

Kalau kamu masih bisa berhubungan dengan si mantan, mintalah maaf padanya. 
Tidak ada jawaban tidak!!!
Entah dia duluan yang mutusin kamu, entah dia yang selingkuh, entah dia yang berbuat salah sehingga kamu terpaksa memutuskannya, pokoknya meminta maaflah. 
Bagaimanapun pacaran itu ada dua orang yang saling berbuat dan kamu pasti punya andil :) 
Katakan secara tulus. Tidak perlu mengungkit kesalahan dia atau kamu. 
Cukup minta maaf. 
Bagaimana kalau dia tidak mau memaafkan? 
Atu mah urusan dia ma Tuhan. Bukan bagian kamu lagi! Yang penting disini kamu telah memaafkannya :)
*Attention : ini susah dipraktekkan pada orang yang gengsinya gede, lebih gede dari rumah Mr, President kita*


Maafkanlah

Nah, kalau dia juga meminta maaf, MAAFKANLAH!!!! 
Bukan cuma kata-kata :"yeaaah, aku memafkanmu" tetapi dihati mengatakan :"enak aja looo, mudah banget lo minta maap, lo harus rasain dulu apa yang gw rasa. gw jadiin sate lo..blablabla"..xixixi


Satu yang penting: meminta maaflah dan maafkanlah dirimu sendiri.

Aku ingat kata seorang (mantan) pacar, "kalau kamu mau mencintai orang lain, kamu harus bisa mencintai dirimu sendiri" 
Nah, kalau kamu mau memafkan dan dimaafkan orang lain, kamu harus memaafkan dan meminta maaf pada diri sendiri :)

Aku tau, bagian ini tidak mudah. 
Karna ini berhubungan erat dengan rasa ikhlas dan pasrah. 
Apalagi kalau perbuatan si mantan dulu sangat jahat, tidak mudah bukan?! 

Tetapi percayalah, aku pernah mengalami hal-hal yang mengerikan dengan masalah-masalah cinta yang dasyat sakitnya, dan saat aku ikhlas memaafkan, aku jadi merasa lebih baik.
Lebih mudah menjalani hidup ini :)

Jadi, kamu harus mampu melupakan dengan cara memaafkan dan mengasihi orang lain! 
Cobalah mengganti rasa cinta menjadi kasih.
Itu akan memudahkan segalanya.
Karena kasih akan menghancurkan segalanya :)
lebih menyenangkan menjadi orang yang iklas daripada menympan sakit...


*Hmm, sepertinya coffee latte enak banget kalau diminum sekarang :D*










Bintaro
Astrid Meliza

Senin, 23 Agustus 2010

Kereta Api, Hidup, Bunyi, dan Secangkir Kopi di Sore Hari, Seperti Dahulu....

.
..
...
Teman, hidup itu seperti kereta api.

kadang berjalan sangat cepat, kadang juga memelan.
Berhenti di tiap stasiun tujuan, sama seperti hidup yang terkadang cepat dan tidak jarang ia melambat.
kadang kereta api itu berbelok-belok dan penuh gonjangan, seperti ingin kita dan masalah hidup.Tidak mulus.

Terkadang kereta api pun harus mundur dan berhenti untuk memberi kesempatan kereta lain untuk lewat atau berjalan terlebih dahulu. Persis seperti hidup manusia yang memberi kesempatan orang lain untuk maju dan mendahuluinya.
Ada orang yang naik dan turun dari kereta api, sama seperti hidup kita. orang datang silih berganti mengisi hari kita.

Tadi aku melihat sebuah kereta api menuju kotamu, entah mengapa ada keinginan yang teramat sangat kuat untuk memasukinya.
Duduk disana dan menunggu melihat sosok itu lagi.

Tapi teman, yang kulakukan hanya terpaku. Cuma berani melihat saja kereta itu bergerak menghilang dari pandanganku.
Kutengadahkan kepala, melihat langit yang mendung.
Mengingat bagaimana rasanya berada disampingmu, seperti dahulu.

Teman, suara kereta yang datang menyentakkanku, membangunkanku dari angan kebersamaan kita dulu.
Kamu menyukai bunyi itu.
Kamu selalu menyuruhku berhenti berbicara saat suara kereta dari kejauhan itu mendekat dan kamu menikmatinya sementara aku menutup telinga.
Ingatkah itu teman? Ingatlah bersama secangkir kopi hangat nikmat didepanku?
aku tersenyum mengenangnya.

Hai teman, kamu dimana? kamu sedang apa? akankah kamu mau menungguku, berdiri menunggu kereta itu berhenti dan pintu itu membuka, menunggu aku dengan senyum termanismu jika aku nekat menaiki kereta yang akan membawaku kekotamu. Atau kamu mungkin sudah melupakanku? sama seperti manusia yang lupa jasa kereta saat menikmati transportasi yang lebih nyaman?!

Teman, aku naik kereta ini, berharap kamu ada didalamnya bersamaku. Mendengarkan suara kereta yang kamu sukai ini, persis sama seperti saat kita berbincang sambil minum kopi berdua saja.

Hei,masihkah kamu menyukai bunyi kereta itu dan menunggu kita duduk sambil menyesap kopi dan sekali-kali terdiam menunggu kereta itu lewat dan matamu menerawang menikmati bunyinya?!

Teman, hidup itu seperti kereta api. cepat, sangat cepat dan terkadang memakan korban.



8.15pm
Stasiun Manggarai....
Astrid meliza...

Minggu, 22 Agustus 2010

Pelajaran dari pengalaman ini -> original story..hahahaha

well, haiiiiii


Pagi yang indah untuk kujelajahi :)
Pagi yang pertama dalam memulai hidup yang usang :)

seorang teman bertanya padaku :"kamu mampu?" aku pun menjawab : "soal mampu tidaknya, dia sudah mengajariku dari lama dan sekarang saatnya aku mempraktekkannya."

aku tidak bilang ini adalah langkah yang baik, aku juga tidak menyalahkan dia. terlepas dari sengaja atau tidaknya dia berlaku layaknya seorang pengecut, aku menghormati apa yang dia lakukan.

sebenarnya sudah begitu lama hal itu menyakitkan, tetapi aku layaknya anak gadis berumur 10 tahun yang polos dan pura-pura tidak tahu apa yang terjadi. aku mengikuti saran naif seperti "dia mencintaimu. tapi itu memang sifatnya, pelan-pelan dia akan berubah". bohong.. kalau di otaknya sudah tertanam kata tidak, jawabannya akan tidak, entah dia berusaha sehebat apapun, mindset yang terbentuk sudah tidak dapat diubah.

lalu kemudian, seorang teman berkata: "akh, paling juga baik lagi. sama seperti dulu, hanya berputar disitu-situ saja". Aku ingat dia juga dulu pernah berkata begitu: sejauh apapun aku melangkah, aku akan kembali lagi. aku tidak akan bisa terlalu lama menjauh dari kamu". ha ha ha, apakah tidak egois?!

kemudian aku berpikir lama dan sangat lama. menimbang banyak hal yang ada diotakku. menilai baik dan buruknya perpisahan ini. kegiatan itu kemudian menciptakan jurang yang besar antara aku dan dia. pelan-pelan dia menjauh dan terlihat tidak akan datang lagi. okay, thats good. memudahkan aku mengambil keputusan. aku memutuskan dengan kepala dingin dan sadar atas resikonya. cepat atau lambat, sekarang atau besok, keputusan ini sudah bulat dan aku mengerti.

aku tidak tertawa atau tersenyum saat melakukannya, bagaimana pun juga kami pernah bekerja sama dalam sebuah hubungan pertemanan yang kuat. aku menghargai rasa yang pernah ada dan tidak akan menyesali semua.



well, pembaca yang budiman (menyontek pidato jaman dulu :D), kalian membaca pasti dengan tujuan mendapatkan sebuah pelajaran khan?!
BAIK, SAYA BERIKAN PELAJARAN DARI PENGALAMAN INI...

tanpa sadar, kita sering mengajari orang bagaimana caranya memperlakukan kita. kalian pasti sudah pernah dengar kalimat: "perlakukan orang sebagaimana kamu ingin diperlakukan oleh dia". kalimat ini juga berlaku untuk perjalanan sebuah cinta :D

beberapa lamanya aku diperlakukan begitu, selama ini mencoba bertahan dan mengajari dia memperlakukan aku seperti yang aku mau. tetapi ternyata kekuatan dia lebih besar, sehingga aku tertarik ke arahnya dan mengikuti keinginan yang dia mau seperti bersikap cuek.

satu hal yang harus kamu tahu adalah perlakukan orang sebagaimana kamu ingin diperlakukan. okay, dalam hal ini adalah pasangan anda.

perlakuan yang ada dalam tulisan ini bukan menyangkut/membicarakan perlakuan fisik atau kasar mengkasari looooh...tapi memperlakukan dia layaknya pasangan anda. seperti memperhatikan dia, menghormati dia dkk.

kalau kamu sibuk, sempatkan menghubunginya, baik dari sms atau email atau dari media apapun yang memungkinkan dia membacanya.

bagaimanapun, kamu tidak hidup sendiri. ada seseorang yang mencemaskan dan memperhatikan serta ingin tahu kegiatan apa yang sedang kalian lakukan.
bukankah itu salah satu tujuan dari pacaran? saling memperhatikan dan menjaga?!

balaslah sms dia sesibuk apapun kamu walau mungkin yang kamu balas hanya "sbk.nnt ku sms."

kalau kalian pacaran satu kota, usahakan menemui dia paling ga seminggu sekali. itupun dengan anggapan lo sesibuk presiden :D

yang paling penting adalah jangan menganggap remeh apa yang dia rasa.

bagaimanapun, pasanganmu punya hati dan perasaan. tidak boleh diabaikan begitu saja.

kalau dia bilang sesuatu tentang kamu dan kamu merasa tidak begitu, jangan langsung menganggap dia mengada-ngada, karena yang bisa menilai sikap kamu adalah orang lain.

apa yang dia katakan, apapun alasannya, pasti sedikit banyak adalah andilmu. kalau dia mengatakan sesuatu dan kamu tidak menyetujuinya, jelaskan itu. jangan hanya maaf dan berjanji kosong. jelaskan dan ubah perilakumu.

udah segini saja dulu, nanti lanjut lagi. aku lapar :D:D:D
ini kisah ku share sama kamu karena mengingat kisah ku dan terjadi lagi pada seorang teman...

yang harus kalian tanamkan dalam otak kalian adalah pasangan kalian bukan benda mati. dia hidup dan patut dihargai.

kalau tidak terlalu cinta, jangan menyambut cintanya. itu akan sangat menyakitkan.

kalau kalian cinta tapi memang sikap kalian cuek dan gak romantis, ajari dia. apalagi kalau sifat kalian berbeda jauh. sabar, ajari dia perlahan.

bukan salah dia kalian berbeda jauh, namanya juga beda keluarga dan berbeda pula cara pengajaran orang tua dan lingkungan..hehe

kalau kalian tidak suka menghargai pasangan kalian dan berharap dia selau mengerti kalian tanpa kalian berkorban dengan mengerti dia, tidak usah pacaran!!!

kasihan anak orang...nanti dia pikir kalian hanya mempermainkannya, walau kalian tidak. hati-hati nanti dia pergi dan kalian menyesal..xixixixixi



oooookaaaaaay deh, salaaaam pasangan :D:D
bintaro, 2.55pm.
astrid meliza

Jumat, 20 Agustus 2010

kamu, tidak perlu ada disini...

kalau memang kamu mau begitu..lakukan saja :)

aku menatap layar handphone yang tetap sama gelapnya dari sejam lalu. menunggu benda mati itu berbunyi...menunggu ia menunjukkan pesan darimu...
tapi tidak ada yang berubah..dari jam ke jam, dia tidak menunjukkan sesuatu yang berarti. inikah harapan itu? itu pupus...

kamu, kamu memiliki hatiku. lalu menyimpannya digarasi.tidak pedulikan aku. tidak menjaga hati itu.

kamu, orang yang berharga, tetapi orang yang membuat luka.
lakukanlah terus, agar aku melupakanmu.

aku menatap langit, masih saja biru tanpamu.
aku hirup udara, masuk ke rongga paru-paru.
tidak memilikimu itu sendiri.
memilikimu, aku tak ada arti.

aku tatap wajah itu dilayar monitorku. berteriak kencang dan bertanya, seolah kamu akan menjawab, berharap kamu menggubris.

kamu anggap siapa aku?
salah satu lagu di playlistmu?
mendengarnya menyenangkan, tetapi tidak istimewa.

hahaha, tawaku.
kamu, kamu akan sadari ini.
aku pergi.



*ini sebenarnya mo dibuat cerpen, tapi malas kepanjangan :D:D:D....*
bintaro. 12.15

Kamis, 19 Agustus 2010

berubah dan ikut berubah

Dia berubah…
Apa karena aku, dirinya sendiri, atau/dan ada dia yang lain?!

Yang pasti, kutahu itu, dia berubah…
Aku tidak dapat menuliskan apa saja perubahannya. Tidak juga dapat mengatakan dibagian mana yang kurasakan perubahan itu.

Yang kutahu, pasti itu, dia berubah…
Tapi, dibagian mana perubahan itu terjadi, aku tidak bisa mengatakannya padamu…

Yang dapat kukatakan, perubahan itu kusadari…
Perubahan itu juga membuatku seolah-olah terpaksa untuk berubah. Yah, dia berubah dan memaksaku juga berubah.

Dia mengubah ku dan membuat perubahan itu. Apakah aku mau untuk diubah?

Aku tidak mau berubah, tidak juga butuh diubah.
Dia menyiksaku dengan perubahan yang dilakukan untuk kemudian mengubahku.

Apa dia mengubah aku untuk mengikuti perubahan yang dia punya?
Ataukah aku berubah sendiri karena keadaan ini memaksa?

Aku tidak mau berubah, teman. Tidak untukku, dirinya, atau/dan kami berdua.

Aku mau begini, tolonglah dia jangan berubah.
Perubahan ini menyiksa…


puisi iseng saat menghabiskan waktu yang iseng...
bintaro, 11.15pm

Rabu, 18 Agustus 2010

puisi sampah dari hati yang hampa

Aku bingung harus melakukan apa terhadapmu.

Aku ingin menyerah, aku berpikir “aku harus menyerah”.
Tapi kemudian aku membayangkan menyerahku tanpamu akan menyakitkan.


Lalu aku tegaskan hatiku, aku harus berjuang.

Aku berkata pada diriku sendiri “aku harus berjuang”.
Kemudian berjuang itupun menyebabkan luka.


Aku harus bagaimana?
Aku melangkah, terus saja berjalan walau terseok-seok.


Aku tanpamu, aku hampa.

Aku bersamamu, aku sampah.


Aku harus bagaimana?
Lalu aku melihat kedepan, sekali-kali menengok kebelakang.


Keputusan sulit yang mulai terlihat terang.
Keputusan yang bisa saja kusesalkan.


Kenapa aku harus memaksa?
Mengapa aku harus memintamu untuk sekali lagi mencoba?


Apa sekarang aku menyesalinya?
Apa sekarang aku yang berbuat salah?


Aku bersamamu adalah sampah.

Aku tidak memilikimu adalah hampa.

Senin, 16 Agustus 2010

Baik, mari kita berbicara tentang Tuhan…

bagitu beratkah?
Tenang, kita tidak akan membahas perbedaan agama dan sebagainya atau menjelek-jelekan apapun.
Tulisan ini juga tidak akan menimbulkan perdebatan alot dikalangan masyarakat berilmu tinggi.


Ini Cuma tulisan ku mengenai Tuhan, tidak bermasuk menyamaratakan persepsi maupun menjatuhkan Tuhan siapapun.

Ini hanya tentang aku dan Tuhan, secara pribadi.

Aku dan Tuhan.
Hubungan kami tidak bisa dikatakan jauh, tidak juga bisa dikatakan dekat. Tidak, bukan Dia yang sombong, hanya aku saja yang suka keluar dari jalur.

Sebenarnya, nih yah, aku bingung pada orang-orang yang suka berkata “Tuhan itu adalah sahabatku, namun dia berbohong” aku bingung pada orang yang menyatakan “Tuhan satu-satunya yang kucintai, lalu kemudian dengan sengaja dia membuat seseorang terluka, baik dengan perkataan maupun perbuatannya”.


Tanya pada teman-temanku, aku bukanlah seorang religious.
Tidak, aku tidak bangga pada kalimat itu.
Sebenarnya aku juga pengen kuk terlihat sangat dekaaat pada Tuhan, sebab -selama aku memperhatikannya- orang yang dekat Tuhan dan benar-benar menjalankan perintaNYa terlihat begitu berkilau.
Saat bersama mereka terasa nyaman dan terang semuanya. Hehe.


Walaupun aku tidak seperti mereka –well, orang-orang yang berkilau karena dekat dengan Tuhan- aku tetap merasa aku layak dihadapan Tuhan.

Percaya diri sekali yah? Haha.
Yeah, aku tahu, hanya Tuhan yang bisa menentukan siapa yang Dia pilih, bukan aku, bukan kita.
Tapi entah mengapa aku merasa Tuhan sangat mencintai aku (kalian juga boleh berpendapat sama, aku tidak akan melarangnya. hehe).


Hubungan yang aku bangun dengan Tuhan pun terlihat berbeda.
Mungkin –kemungkinan besar, tanpa kita sadari- kita memberi batas pada Tuhan, mana yang boleh Dia sentuh dan wilayah mana yang kurang pas kalau Tuhan ada.
Waktu SMU akupun melakukan hal tersebut.


Hari berganti dan aku mulai menemukan posisi yang pas.
Aku menyukai keadaan dimana Tuhan menjadi sahabat, kekasih dan Bapa ku.


- Sabagai sahabat.

Aku memang kurang suka mengumbar kalimat “Tuhanlah sahabatku”.
Aku beranggapan sahabat-sahabatku dibumi adalah orang-orang yang Tuhan berikan kepadaku, mereka perpanjangan tangan Tuhan.
Namun, ada keadaan dimana sahabat-sahabat didunia tidak mampu membuatku tenang, baik saat aku sedih maupun bahagia.
Ada saat dimana yang mampu membuatku tertawa hanya Tuhan, ada saat dimana yang paling mengerti perasaanku adalah Tuhan, ada saat dimana aku malas curhat tentang perasaanku dan membiarkan Tuhan yang mengetahuinya.

Satu hal yang sering aku lakukan adalah aku sering mengajak Tuhan shopping dan pacaran.
Kalau aku mau membeli sebuah baju, aku akan berkata dalam hati “hei Tuhan, mana yang bagus? Merah atau biru ini?”
aku tidak tahu ini suara Tuhan atau memang suara yang keluar dari otakku sendiri, tapi sampai detik ini aku menganggap itu Tuhan
“yang merah terlalu seksi, tidak bagus. Jangan.”
Dan aku mengikutinya? Yeah, begitu sih, tapi seringnya tidak. Maap Tuhan.


Kalau soal pacaran, saat aku dekat dengan seorang cowok, aku akan bicara –lagi-lagi dalam hati dan doa- “Tuhan, si itu ganteng, baik, rajin belajar, saya suka”
lalu suara itu akan berkata “oke, saya list dulu” hehe.
Kemudian, pelan-pelan akan begitu banyak muncul tanda, baik yang positif maupun negatif.
Yah, harus saya akui disini, saya juga sering tidak memperdulikan tanda itu. Hiks.
intermezzo, jadi cowok-cowok, kalau kalian ingin dekat dengan saya, tolong minta ijin sama Tuhan dulu yah :D:D xixi


- Sebagai kekasih.

Ada kalanya aku merasa sendiri.
Serius nih, sering sekali aku sendiri. Hehe.
Lalu kemudian Tuhan mengambil tempat itu.
Saat aku mengerjakan skripsi, aku merasa Tuhan hadir disana.
Saat aku harus pulang jam 11 malam melewati stasiun UI sendirian, aku merasa disebelah kananku ada yang mengikutiku.
Sebenarnya banyak lagi cerita Tuhan menjadi kekasih untukku.
Tetapi, nanti saja aku ceritakan dilain waktu. Hehe.


- Sebagai Bapa.

Yah, Tuhan sering sekali aku tempatkan sebagai Bapaku.
Dia menjagaku seperti seorang ayah dibumi.
Kalau ada laki-laki yang tidak cocok untukku, sebagai Bapa dia akan mengingatkanku. Kalau aku kebingungan menyelesaikan suatu masalah, sebagai Bapa, dia akan menyelesaikannya.
Dia memelukku dan menghadirkan kesejahteraan disekitarku, persis seperti apa yang ayahku di bumi lakukan, bedanya Dia melakukan lebih dasyat dan tanpa ada batasnya.



Hubunganku dengan Tuhan sangat sederhana.
Aku sering sekali melakukan hal-hal yang tidak Dia sukai dan Dia selalu saja tidak menyerah menarikku untuk kembali ke jalur yang pas.
Aku bukanlah orang yang suci tetapi Dia tetap mengasihi aku.
Sejauh apapun aku ingin berpisah dari Tuhan, selalu Ia mendekatkan diri dan tidak lelah mengingatkanku tujuan yang harus kucapai.


Saat ini, aku malu mengatakan aku mengasihinya, karena berodasalah seseorang mengatakan mengasihi Tuhan lalu dia tetap saja dengan sengaja berbuat yang tidak disukai Tuhan.
Tetapi, yang bisa aku katakan, aku bersyukur sekali memiliki Tuhan dan sangat berharap Ia memilihku, terus dan selalu.
Thank Lord….

Sabtu, 14 Agustus 2010

bahasan apa yang baru,,beri saya ide, Tuhan...

Seorang teman berkata padaku, “hei astrid, aku tantang kamu. Buat cerita yang berbeda. Jangan tentang pacaran” aku pun terbelalak “enak saja! Aku juga buat tentang bokap-nyokapku yah” “iya, aku tahu, aku memperhatikannya. Tapi coba tulis sesuatu yang berbeda” aku menatap lama “hmm, tentang apa? Aku menulis apa yang otakku pikirkan. Membagi apa yang aku rasa. Jadi, harus tentang apa yah?” dia hanya tertawa “hmmm, coba tentang aku?” aku pun mendengus “preeet! Lo, sama saja”

Percakapan ringan, dalam suasana yang ringan, dengan lawan bicara yang selalu membahas hal-hal ringan. Tetapi membekas untukku.
Apa yang harus aku tulis? Apa yang ingin aku sampaikan lagi di blog lucu ini?! Toh selama ini aku menulis untuk diriku sendiri (yeah, selfish, heh?!).
Tentang papi mami, udah…
Tentang kekasih, udah…
Tentang diri saya sendiri? Narsis nanti :D


Jadiiii, tentang apa? Hikshiks…
nanti aku pikirkan lagi,,,

yang pasti aku tidak akan buat temanku tersayang paling ganteng itu menang :D